Pihaknya memberikan apresiasi tinggi atas komitmen dan intervensi anggaran dari DPRD Kabupaten Cirebon yang berhasil merangkul para kuwu dan kelompok nelayan dalam satu visi pariwisata daerah.
Panggung Seni Pesisir dan Atraksi Ekstrem
Kemeriahan pembukaan festival turut menjadi panggung unjuk gigi bagi seniman-seniman lokal Cirebon. Tiga sanggar seni dari Kecamatan Mundu tampil memukau menyajikan tarian tradisional bernuansa bahari. Sanggar Gantari, Sanggar Wijaya, dan Sanggar Nawasena sukses menyedot perhatian ribuan pasang mata yang memadati area acara.
Suasana semakin bergelora saat Sanggar Abirama mengambil alih panggung. Pertunjukan seni tradisional Lais dan aksi ekstrem Debus disajikan secara apik, menjadi penutup rangkaian pembukaan yang memicu adrenalin pengunjung.
Baca Juga:Nadran dan Empal Gentong Cirebon Resmi Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Takbenda IndonesiaDuet KNMP dan Koperasi Merah Putih, Strategi Baru Pemerintah Perkuat Daya Saing Nelayan Wakatobi
Cetak Biru Baru Wisata Pesisir Cirebon
Sebagai warisan budaya yang diakui, Nadran kini terbukti mampu beradaptasi dengan zaman. Sinergi kuat antara DPRD Kabupaten Cirebon, pemerintah desa, kelompok nelayan, dan pelaku seni di Kecamatan Mundu diproyeksikan menjadi cetak biru (blueprint) baru pengelolaan wisata berbasis komunitas.
Melalui integrasi ini, Pesisir Mundu tidak sekadar menjaga ritual ruwat laut, tetapi juga mantap melangkah menjadikan tradisi sebagai mesin penggerak ekonomi baru yang berdaya saing di Jawa Barat.(*)
