Pertama, edukasi dan pencegahan masif di tingkat komunitas. Kedua, deteksi dini secara aktif melalui skrining meluas di lapangan. Ketiga, penanganan medis terpadu untuk memastikan penderita mendapat pengobatan hingga sembuh tuntas.
”Indramayu akan terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS dan tuberkulosis, serta mempertahankan eliminasi malaria melalui kerja sama lintas sektor,” tutur dr. Dian.
Sinergi Jawa Barat: Mengunci Komitmen Menuju Indramayu REANG
Langkah cepat Indramayu mendapat pengawalan langsung dari pemerintah provinsi. Koordinator Program RSSH Adinkes Jawa Barat, Uus Sukmara, menyebutkan bahwa isu PP-ATM merupakan rantai yang saling terikat dengan berbagai sektor pembangunan daerah, mulai dari ketenagakerjaan, pendidikan, hingga penataan pemukiman.
Baca Juga:Pemkab Cirebon Gencarkan PMO Tekan Kasus TBC: Kunci Kepatuhan Pasien Lawan ResistensiKuningan Jadi 'Paru-Paru' Rebana, Gubernur Dedi Mulyadi: Lebih Baik Banyak Pohon daripada Uang
”Keberhasilan program ini membutuhkan komitmen bersama dari seluruh perangkat daerah dan mitra terkait agar penanggulangan HIV/AIDS, TB, dan malaria dapat terus berjalan optimal,” ungkap Uus.
Melalui forum kemitraan ini, Pemkab Indramayu menargetkan sistem ketahanan kesehatan yang tidak sekadar bergantung pada rutinitas birokrasi semata. Kolaborasi nyata antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi modal utama mewujudkan visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Bagus, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong).(*)
