Pabrik Alat Berat Listrik Pertama Buka di Karawang, Dedi Mulyadi Pangkas Impor dan Serap Lulusan SMK

Gubernur-Jawa-Barat-Dedi-Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan terkait pembangunan pabrik manufaktur alat berat listrik pertama di KAIH Karawang. Foto Istimewa /Doc Pemprov Jabar

​Seluruh jajaran Pemprov Jabar diinstruksikan untuk segera mendata siswa SMA dan SMK kelas 12. Mereka tidak dituntut menunggu ijazah keluar untuk mencari kerja, melainkan langsung disalurkan ke program pelatihan vokasi khusus.

​”Kami meminta seluruh jajaran segera mengidentifikasi siswa kelas 12 untuk diberikan program pelatihan vokasi intensif selama 6 hingga 12 bulan. Tujuannya agar saat lulus nanti, mereka sudah menjadi tenaga kerja terampil yang siap pakai,” ujar Dedi.

​Langkah ini otomatis memutus mata rantai pengangguran terdidik. Siswa SMK dijembatani langsung dari bangku sekolah menuju ruang produksi industri manufaktur canggih.

Baca Juga:Atap Stasiun Cirebon Disulap Jadi "Pabrik Listrik", KAI Berhasil Pangkas Tagihan dan Emisi Fosil!Bukan Lagi Bangsa Ramah yang Lemah, Indonesia Gebrak Peta Energi Dunia lewat 50 Pabrik Bioetanol

​Dongkrak IPM dan Cetak Pengusaha Lokal

​Lompatan penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur hijau bernilai tinggi ini diprediksi memberi multiplier effect nyata. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat dipastikan melesat seiring meningkatnya kepastian pendapatan warga.

​Namun, Dedi memberikan penekanan kritis. Masyarakat tidak boleh berpuas diri hanya dengan status sebagai pekerja atau buruh pabrik.

​”Peningkatan IPM berimplikasi pada kesejahteraan. Namun dengan satu catatan penting: masyarakat juga harus dididik memiliki jiwa entrepreneurship, sehingga tidak hanya terserap sebagai karyawan, tetapi juga berkembang menjadi pengusaha,” pungkasnya.

​Menyikapi investasi bernilai triliunan rupiah ini, Pemprov Jabar menjamin karpet merah berupa kepastian hukum, perizinan cepat, dan jaminan keamanan penuh. Karawang kini bukan lagi sekadar lumbung industri konvensional, melainkan episentrum transisi energi berat terbesar di Asia Tenggara.(*)

0 Komentar