Efek Jeda MBG dan Panen Raya, Harga Ayam-Bawang Anjlok, Jabar Deflasi 0,05 Persen

Ilustrasi-suasana-pasar-tradisional
Ilustrasi aktivitas pedagang ayam dan telur di pasar tradisional Jawa Barat saat penyesuaian harga Juli 2026. Foto: Ilustrasi/Doc Cirebon Insider

​Luar Negeri Perkasa: Surplus Perdagangan USD 13,79 Miliar

​Berbanding terbalik dengan koreksi harga pangan domestik, perdagangan luar negeri Tatar Pasundan justru melaju kencang sepanjang semester pertama tahun ini.

​Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Jawa Barat berhasil mengantongi surplus neraca perdagangan jumbo senilai USD 13,79 miliar. Pencapaian manis ini terwujud berkat total nilai ekspor Jabar yang menembus USD 19,60 miliar atau melonjak 5,11 persen dibanding periode sama tahun lalu, jauh melampaui nilai impornya yang berada di angka USD 5,81 miliar.

​Amerika Serikat menjadi pasar tujuan ekspor nonmigas terbesar bagi produk-produk Jawa Barat dengan nilai mencapai USD 3,26 miliar. Posisi berikutnya ditempati oleh Filipina dengan nilai USD 1,74 miliar serta Jepang senilai USD 1,40 miliar. Gabungan ketiga negara tujuan ini menyerap hampir sepertiga atau 32,95 persen dari total ekspor nonmigas Jawa Barat.

Baca Juga:BGN Naikkan Status Keracunan MBG Jadi Kejadian Fatal, Dapur Langsung Di-Suspend, Kepala SPPG Dicopot​Prabowo Kumpulkan Bos Kadin di Istana: Dari Dapur MBG, Urusan Pupuk Petani, hingga Gebrakan Danantara

​Sementara untuk jalur pasokan, Tiongkok masih menjadi negara penyuplai barang impor nonmigas terbesar ke Jabar dengan nilai USD 2,30 miliar atau menguasai porsi 41,85 persen.

Korea Selatan berada di posisi kedua dengan pengiriman senilai USD 654,64 juta (11,90 persen), menempel ketat Jepang di posisi ketiga dengan angka USD 651,17 juta (11,84 persen).(*)

0 Komentar