CIREBONINSIDER.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta.
Pertemuan strategis ini mempertemukan langsung pengambil kebijakan dan penentu arah dunia usaha nasional. Fokus utamanya satu: mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen sekaligus membawa Indonesia keluar dari jebakan middle income trap.
866 Dapur MBG dan Benteng Ketahanan Ekonomi
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan komitmen dunia usaha untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah. Menghadapi gejolak ekonomi global, Kadin memilih memperkuat ketahanan nasional dari dalam negeri.
Baca Juga:Tembok Ketat Pasar Tokyo Jebol, Kadin Bawa Tiga Komoditas 'Emas' UMKM Naik KelasKuningan 'Meledak' di Kawasan Rebana: Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi, Bupati Dian Amankan Fondasi Data 2026
Komitmen tersebut diwujudkan secara konkret melalui empat agenda prioritas. Kadin telah berkontribusi aktif pada 866 Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk 128 dapur yang menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Tak hanya itu, Kadin memperkuat benteng ekonomi rakyat lewat sertifikasi 208 ribu pekerja migran agar makin kompetitif, menyokong target pembangunan 3 juta rumah rakyat, serta mengawal program pemeriksaan kesehatan gratis dan renovasi rumah tidak layak huni.
”Ekonomi Indonesia sudah konsisten tumbuh 5 persen selama dua dekade. Namun untuk naik kelas, kita harus melangkah mantap menuju 8 persen. Lewat kolaborasi erat, target ini sangat mungkin kita capai,” tegas Anindya.
Urusan Pupuk Makin Ringkas, Investasi Daerah Munggah
Dari sektor riil dan lapangan, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pangan Kadin Indonesia, Mulyadi Jayabaya, memberikan apresiasi tinggi atas reformasi birokrasi yang langsung menyentuh masyarakat bawah.
Jayabaya menilai penyederhanaan tata kelola distribusi pupuk berhasil memangkas birokrasi berbelit yang selama ini mencekik petani. Langkah ini dianggap kunci utama menjamin ketersediaan pangan bagi 280 juta jiwa penduduk Indonesia.
”Urusan pupuk sekarang jauh lebih bagus dan simpel. Dulu waktu kampanye saya sampaikan ke Pak Presiden, hal paling sulit bagi petani adalah pupuk. Sekarang solusinya nyata,” ungkap Jayabaya.
Selain pangan, iklim investasi daerah juga mulai bergairah. Masuknya industri garmen ke Kabupaten Lebak, Banten, menjadi bukti nyata bahwa kemudahan izin, keandalan infrastruktur, dan kepastian pasokan energi mampu menarik modal masuk ke daerah.
