Sistem baru ini mengusung teknologi Time-Lock Production, yang mencatat jam presisi saat bahan dipotong hingga dimasak. Langkah ini ampuh mencegah risiko pembusukan akibat makanan diolah terlalu cepat.
Selain itu, fitur Ingredient Tracking siap mendata seluruh rantai pasok bumbu dan sayuran untuk mempermudah penelusuran jika timbul kontaminasi. Hebatnya lagi, sistem ini membuka Akses Transparan bagi orang tua murid, guru, dan Dinas Kesehatan agar dapat memantau operasional dapur secara langsung.
BGN menargetkan sistem digital ini rampung dan beroperasi penuh dalam 1 hingga 2 minggu ke depan di seluruh rantai dapur pemenuhan gizi nasional.
Baca Juga:Mas Dar Sapu Bersih Rekening 'Hantu' MBG Rp311 Miliar, Sinyal Tegas BGN Safeguard Uang NegaraSapu Bersih Pungli MBG, Kepala BGN Tebar Ancaman Pemecatan Kepala Dapur dan Haramkan LPG 3 Kg!
Edukasi Keamanan Pangan: Bahaya Mengolah Makanan Terlalu Dini
Kasus di SMKN 6 Semarang menjadi pelajaran berharga bagi publik. Mengolah makanan berbahan santan atau daging terlalu awal tanpa penyimpanan suhu tepat (danger zone temperature 5°C – 60°C) sangat berbahaya. Bakteri patogen dapat berkembang biak cepat dan memicu racun makanan.
Langkah tegas BGN berupa sanksi suspend dan pengawasan digital diharapkan menjadi standar baru keamanan pangan sekolah di Indonesia. Komitmen ini penting demi melindungi kesehatan dan keselamatan anak bangsa.(*)
