”Pemerintah Kota Cirebon akan terus memberikan dukungan. Namun dukungan tersebut harus diimbangi dengan kinerja yang terukur, transparansi, dan akuntabilitas. Tidak boleh ada ruang bagi penyalahgunaan kewenangan maupun praktik yang mencederai integritas,” lanjutnya.
Tiga Pertaruhan Besar Jajaran Anyar
Karpet merah telah digelar, namun ujian sesungguhnya baru saja dimulai. Jajaran pengurus BUMD Kota Cirebon yang baru kini memikul tiga beban target utama yang harus dibuktikan dalam waktu singkat.
Pertama, akselerasi digitalisasi layanan. Akses pelayanan publik harus dibuat serba cepat, transparan, dan mudah dijangkau dari genggaman ponsel warga Cirebon.
Baca Juga:PAD Kota Cirebon Defisit Rp15 Miliar Per Bulan, Kebocoran Sektor PBB-P2 dan Restoran Jadi Sorotan TajamSoroti Kinerja 5 BUMD, DPRD Kota Cirebon Minta Pemda Benahi SDM dan Tata Kelolanya
Kedua, penyehatan finansial dan penutupan kebocoran. Arus kas internal harus dibenahi secara akuntabel demi memangkas inefisiensi anggaran yang tidak perlu.
Ketiga, lonjakan kontribusi nyata bagi PAD. BUMD harus mampu berdiri secara mandiri sebagai mesin penggerak ekonomi daerah yang mencetak profit, bukan justru menjadi beban yang menguras APBD Kota Cirebon.
Langkah berani ini menuai perhatian luas publik Cirebon. Apakah perombakan dan gertakan ketat Wali Kota Effendi Edo ini mampu melahirkan era baru BUMD yang benar-benar sehat dan profitabel? Waktu dan angka capaian kinerja yang akan membuktikannya.(*)
