​Sulap Jamu Pengantin Jadi Bisnis Wellness, Cirebon Hidupkan Rempah Leluhur di Festival Jalur Rempah 2026

Wakil-Wali-Kota-Cirebon-Siti-Farida-Rosmawati
Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati memberikan sambutan pada Workshop Jamu Tradisional dan Perawatan Pengantin di Festival Jalur Rempah Episode 3 Tahun 2026 Keraton Kacirebonan.

CIREBONINSIDER.COM — Tradisi ramuan herbal pengantin yang identik dengan ritual kuno kini resmi bergeser menjadi peluang bisnis wellness modern. Lewat Festival Jalur Rempah Episode 3 Tahun 2026, Kota Cirebon membuktikan bahwa rahasia kecantikan leluhur bukan sekadar warisan sejarah. Ini adalah aset ekonomi kreatif yang siap bersaing di pasar global.

​Berlangsung di Keraton Kacirebonan pada Selasa (28/7/2026), ajang bertajuk Cirebon Cultural Wellness Workshop Jamu Tradisional dan Jamu Perawatan Pengantin ini menyatukan narasi sejarah, kecantikan, dan bisnis.

​Bukan Sekadar Rias: Menjual “Pengalaman Holistik” Pengantin

​Tren global back to nature memberi angin segar bagi industri pernikahan di kawasan Ciayumajakuning. Kini, calon pengantin tidak lagi hanya mencari riasan wajah yang memukau. Mereka berburu perawatan tubuh dari dalam (inner beauty) yang autentik.

Baca Juga:Ganti Takbir Keliling dengan Festival Dulag Istimewa di Gedung Sate, KDM: Di Desa Saja Beduk Sudah HilangCirebon Katon Festival 2025: Jurus Pemkab Cirebon Jaga Nilai Sakral Tradisi di Tengah Gempuran Komersialisasi

​Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menegaskan bahwa perias pengantin modern wajib memiliki nilai tambah.

​”Pembahasan jamu perawatan pengantin ini bukan sekadar mengenalkan produk herbal. Ini adalah bukti kecerdasan leluhur kita. Kolaborasi HARPI Melati, Keraton Kacirebonan, Disbudpar, dan industri seperti Mustika Ratu adalah sinergi tepat agar budaya bernilai ekonomi tinggi dan meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha,” tegas Siti Farida.

​Sebanyak 75 juru rias dan praktisi dari wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan menyerap teknik meracik ramuan herbal alami. Kombinasi perawatan luar (outer beauty) dan perawatan dalam (inner wellness) diproyeksikan menjadi standar pelayanan baru industri pernikahan lokal.

​Dari Pelabuhan Kuno Menuju Pasar Wellness Modern

​Cirebon bukan panggung yang kebetulan bagi tradisi rempah. Posisi strategisnya sebagai kota pelabuhan pesisir sejak abad ke-15 menjadikannya titik temu penting dalam peta Jalur Rempah Nusantara.​Sultan Keraton Kacirebonan X, Pangeran Raja Sultan Abdul Gani Natadiningrat, mengingatkan kembali akar sejarah tersebut.

​”Cirebon sejak dahulu adalah jalur rempah. Sejarah ini alasan kuat kita menghidupkan kembali nilai budaya itu. Ini momentum produktif: menjaga tradisi sekaligus menghadirkan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujar Pangeran Raja Sultan Abdul Gani Natadiningrat.

​Di tangan para praktisi media dan rias, pengetahuan etnobotani—penggunaan bahan alami untuk kesehatan dan kecantikan—diubah menjadi diferensiasi layanan yang bernilai jual tinggi.

0 Komentar