Tangis New York dan Akhir Era Argentina, Rekor Pahit Messi hingga Sinyal Scaloni Lempar Handuk

Piala-Dunia-2026-Lionel-Messi
Lionel Messi menatap lesu ke arah tribun usai Argentina takluk dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium.  Foto: Screenshot/Instagram @fifaworldcup

​Sinyal ‘Reboot’ Lionel Scaloni

​Usai peluit panjang berbunyi, ketegangan emosional tak mampu disembunyikan sang pelatih, Lionel Scaloni. Nakhoda berusia 48 tahun yang mempersembahkan gelar Copa America 2021, 2024, serta Piala Dunia 2022 itu mengisyaratkan bahwa proyek besarnya telah mencapai titik jenuh.

​Meskipun kontraknya bersama Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) berlaku hingga akhir tahun 2026, Scaloni secara terbuka menegaskan perlunya kontemplasi mendalam sebelum melangkah lebih jauh.

​”Saya merasa perlu waktu untuk berpikir. Saya tidak tahu apakah kami bisa melakukan sesuatu sebesar ini lagi. Untuk terus melangkah, kami butuh banyak hal. Kami harus memulai lagi dari nol, dan membangun ulang kelompok seperti ini sungguh menyakitkan hati saya,” ungkap Scaloni emosional.

Baca Juga:​Lolos dari Sihir Dibu Martinez, Spanyol Juara Piala Dunia 2026 lewat Gol Dramatis Ferran Torres!​Takdir di MetLife: Spanyol Bawa Rekor 37 Laga Unbeaten, Argentina Siap Pertahankan Mahkota

​Dilema Besar Pasca-Era Messi

​Hasil di New York memberikan peringatan tegas bagi masa depan sepak bola Argentina. Era keemasan yang dibangun Scaloni sejak 2018 dengan fondasi kepemimpinan Messi kini berada di persimpangan jalan paling krusial.

​Dengan Messi yang kian mendekati akhir karier profesionalnya serta indikasi kuat mundurnya Scaloni, AFA dihadapkan pada tugas raksasa: melakukan perombakan total dan membangun fondasi baru demi menyongsong era pasca-Messi.(*)

0 Komentar