CIREBONINSIDER.COM— Kabar baik bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Cirebon. Keinginan untuk berkurban kini tidak lagi harus membentur tembok kendala finansial yang berat di depan.
Pemerintah Kabupaten Cirebon resmi menggulirkan Program Berehan (Berbagi Hewan Kurban). Lewat skema tabungan khusus, ASN kini bisa menyisihkan pendapatan mereka secara bertahap demi menunaikan ibadah kurban tanpa terasa membebani dompet bulanan.
Namun, program ini bukan sekadar urusan mempermudah ibadah. Ada misi ekonomi besar yang sedang ditiupkan di baliknya.
Baca Juga:Peserta Master Chef Bagikan Tips Simpan Lebihan Daging Kurban Biar Awet, Berikut Cara MengolahnyaMenurut Syariat Islam, Bolehkah Shohibul Kurban, Penerima dan Panitia Menjual Daging? Ini Penjelasannya
Ibadah Nyaman Tanpa Beban Finansial
Gagasan ini dikupas tuntas dalam Sosialisasi Program Tabungan Kurban bagi ASN di Ruang Nyimas Gandasari Setda Kabupaten Cirebon, Selasa (14/7/2026).Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala, menegaskan bahwa Program Berehan hadir sebagai solusi konkret.
Pola menabung sejak jauh hari dinilai menjadi jawaban atas kegelisahan ASN yang sering kali kesulitan menyediakan dana besar secara mendadak saat mendekati Hari Raya Idul Adha.
”Program Berehan ini adalah solusi nyata. ASN diberikan kemudahan melalui mekanisme menabung. Ini membuka wawasan baru bahwa ibadah mulia ini sebenarnya bisa dipersiapkan dengan sangat matang dan bertahap,” ujar Hendra di hadapan para peserta sosialisasi.
Bagi Hendra, kemampuan ekonomi sebenarnya bukan masalah utama bagi sebagian besar ASN. Masalahnya sering kali ada pada metode pengelolaan keuangan. Dengan sistem cicilan ini, alasan “belum mampu” secara perlahan bisa ditepis.
Posisi Tawar Cirebon: Peternak Lokal Harus Jadi Aktor Utama
Meskipun Program Berehan merupakan inisiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkab Cirebon tidak ingin daerahnya hanya sekadar menjadi pasar penonton. Hendra Nirmala mengirim pesan yang sangat tegas: peternak lokal Kabupaten Cirebon wajib dilibatkan secara penuh.
Ia tidak ingin dana tabungan kurban yang dikumpulkan oleh ASN Cirebon justru lari untuk membeli hewan kurban dari luar daerah. Untuk merealisasikan hal itu, Pemkab Cirebon langsung mengunci tiga langkah taktis. Pertama, transparansi rantai pasok wajib diperjelas sejak awal agar tidak ada celah permainan harga.
Kedua, sistem pengadaan harus memberikan proteksi penuh bagi peternak daerah dengan mengutamakan pasokan hewan dari kandang-kandang asli di Kabupaten Cirebon.
