Ketiga, skema ini dirancang demi menjaga putaran ekonomi lokal agar uang miliaran rupiah dari ASN Cirebon kembali berputar dan menghidupkan ekosistem pertanian di tanah sendiri.
”Tujuan utama program ini adalah memicu pertumbuhan ekonomi daerah. Manfaat itu baru akan terasa maksimal jika hewan kurban yang dibeli berasal langsung dari kandang peternak Kabupaten Cirebon,” tegas Hendra.
Sinergi Tiga Pilar: OJK, Bank BJB, dan Kelompok Ternak
Demi memastikan program ini berjalan aman, kredibel, dan minim risiko finansial, Pemkab Cirebon sengaja menggandeng para pemain kunci di sektor keuangan dan regulasi.
Baca Juga:Peserta Master Chef Bagikan Tips Simpan Lebihan Daging Kurban Biar Awet, Berikut Cara MengolahnyaMenurut Syariat Islam, Bolehkah Shohibul Kurban, Penerima dan Panitia Menjual Daging? Ini Penjelasannya
Sosialisasi ini melibatkan langsung perwakilan dari Biro Perekonomian Provinsi Jawa Barat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank BJB. Kehadiran institusi ini penting untuk mengawal aspek legalitas serta keamanan dana tabungan para ASN.
Di sisi lain, perwakilan kelompok peternak lokal juga sengaja dihadirkan di kursi peserta. Langkah taktis ini diambil agar sejak dini terjalin komunikasi langsung dan kolaborasi erat antara pihak perbankan, pelaksana program, dan penyedia hewan kurban di lapangan.
Melalui sinergi ini, Program Berehan diharapkan tidak hanya melahirkan ASN yang saleh secara spiritual, tetapi juga menjadi motor penggerak yang menyelamatkan dan menyejahterakan para peternak lokal di Kabupaten Cirebon.(*)
