Menolak Lupa Warisan Sejarah
Kontras antara wacana besar di Senayan dan jeritan juru kunci di Kapetakan Cirebon mempertegas adanya mata rantai yang terputus dalam tata kelola kebudayaan nasional.
Jika skema kolaborasi yang ditawarkan Komisi X DPR RI—yang melibatkan anggaran BUMN, keahlian riset BRIN, serta keterlibatan aktif komunitas pemuda daerah—tidak segera dieksekusi secara konkret, maka proyeksi “hilirisasi sejarah menjadi game dan film” hanya akan menjadi dongeng pengantar tidur.
Sementara itu, situs-situs sejarah riil di berbagai daerah perlahan runtuh, terkubur bersama hilangnya memori kolektif bangsa.(*)
