Di saat Kementerian ESDM mengklaim cadangan LPG nasional dalam kondisi aman terkendali, realitas di berbagai daerah justru menunjukkan pemandangan kontras: antrean panjang warga yang kesulitan berburu gas melon 3 kg akibat kelangkaan.
Menyikapi anomali ini, DPR meminta Kementerian ESDM tidak sekadar membaca laporan di balik meja, tetapi segera menyisir rantai pasok dari hulu hingga ke level pangkalan.
”DPR akan terus mengawal persoalan ini. Jangan sampai stoknya diklaim aman di pusat, tapi masyarakat di daerah harus mengurut dada karena pasokannya gaib di lapangan,” kritik Dasco.
Baca Juga:Dilema Energi RI: Istana Kunci Harga BBM Subsidi, DPR Endus Risiko Migrasi Massal ke PertaliteBahlil Garansi Harga BBM-LPG Tak Naik, Teknologi CNG Siap Masuk Dapur Warga Cirebon
Menteri Bahlil berjanji akan langsung menginstruksikan jajaran Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) bersama Pertamina untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) lapangan. Pemerintah berkomitmen mengurai sumbatan distribusi agar gas bersubsidi ini tepat sasaran dan kembali membanjiri pasar dalam waktu dekat.(*)
