Merespons ancaman tersebut, Bupati Indramayu Lucky Hakim yang hadir secara virtual menegaskan bahwa jajarannya tidak tinggal diam. Sejumlah instrumen intervensi pasar terus digeber untuk mengamankan psikologis harga di tingkat konsumen.
Beberapa langkah taktis yang saat ini berjalan di antaranya:
– Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI): Penyaluran bahan pokok dengan harga yang telah diintervensi oleh APBD.
– Gerakan Pasar Murah (GPM): Memotong rantai pasok tengkulak dengan mendekatkan produk petani langsung ke permukiman warga.
Baca Juga:Sinergi Lawan Inflasi: 35 Ribu Warga Kota Cirebon Terima Rapel Bantuan Pangan, Stok Aman hingga Akhir MaretEl Nino 2026: Ancaman Kemarau Ekstrem Bayangi Indramayu, Stok Beras Nasional Dipertaruhkan
– Gerakan Tanam Cabai Mandiri: Mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk meredam tingginya ketergantungan pasokan dari luar daerah.
”Sinergitas dan kolaborasi harus dilaksanakan lintas sektor, baik perangkat daerah, instansi vertikal, perbankan, pelaku usaha, maupun seluruh pihak terkait,” ujar Lucky Hakim saat membuka kegiatan secara virtual.
ETPD: Solusi Transparansi di Tengah Keterbatasan Fiskal
Selain urusan perut dan inflasi, pertemuan tingkat tinggi ini juga membedah peta jalan digitalisasi daerah melalui Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Sektor ini sengaja diakselerasi sebagai respons atas keterbatasan fiskal yang tengah dihadapi Pemkab Indramayu saat ini.
Bank Indonesia menilai, transisi dari transaksi tunai ke digital (non-tunai) di lingkungan birokrasi bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan instrumen wajib untuk menutup celah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta meningkatkan efisiensi pelayanan publik.
Sebagai payung hukum, Pemkab Indramayu telah menerbitkan regulasi mengenai peta jalan (roadmap) implementasi transaksi digital serta kewajiban penggunaan layanan perbankan digital bagi seluruh perangkat daerah dan mitra kerja pemerintah.
Melalui integrasi dua strategi besar ini—TPID yang menjaga stabilitas harga di pasar dan TP2DD yang memperkuat tata kelola keuangan—kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi bantalan ekonomi yang kuat.
Target akhirnya jelas: menjaga momentum pertumbuhan ekonomi menuju visi Indramayu REANG yang maju dan berdaya saing, sekaligus memastikan isi dompet rakyat tetap aman di tengah ancaman cuaca ekstrem.(*)
