Isu Hoaks Disharmoni Kemenkeu-BI Picu Spekulasi Rupiah Rp18.000, Pimpinan DPR Ambil Tindakan Tegas

Purbaya-Sadewa-Sufmi-Dasco-Perry-Warhiyo
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Komisi XI DPR melakukan salam komitmen bersama untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan memperkuat sinergi fiskal-moneter di Gedung Nusantara. Foto: Doc DPR RI

CIREBONINSIDER.COM – Pasar keuangan domestik belakangan ini diguncang oleh fluktuasi nilai tukar Rupiah yang sempat menyentuh level psikologis Rp18.000 per Dolar AS. Di tengah riuh spekulasi dan berkembangnya narasi liar di media sosial, pimpinan DPR RI bergerak cepat mengambil tindakan taktis guna menenangkan pasar.

​Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam), Sufmi Dasco Ahmad, memimpin langsung pertemuan tingkat tinggi bersama pemerintah dan sejumlah lembaga otoritas moneter serta fiskal. Langkah ini diambil untuk mengevaluasi perkembangan ekonomi nasional sekaligus mengakhiri spekulasi negatif yang beredar di publik.

​Pertemuan strategis yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026) tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci ekonomi nasional. Mulai dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, hingga Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal.

Baca Juga:Misi "Wall Street" Menkeu Purbaya: Tepis Isu Fiskal Bermasalah, Incar Dana Segar untuk Ekonomi RIBantah Isu Fiskal Jebol, Menkeu Purbaya Buka-bukaan soal Nasib Rupiah di Depan Investor AS

​”Pada hari ini kami sengaja berkumpul dengan teman-teman dari lembaga otoritas moneter, kebijakan fiskal, serta pemerintah. Targetnya jelas, melakukan evaluasi ekonomi sekaligus memastikan fiskal dan moneter saling mendukung demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” tegas Sufmi Dasco Ahmad kepada media.

​Dasco mengungkapkan, forum ini tidak hanya menjadi wadah diskusi, melainkan telah melahirkan sejumlah kesepakatan strategis. Hasil koordinasi tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh masing-masing lembaga sesuai dengan kewenangannya demi menjaga stabilitas pasar.

Lawan Narasi Rp18.000 dan Isu Disharmoni

​Langkah tegas DPR mengumpulkan para pemegang kebijakan ini dipicu oleh berkembangnya isu hoaks di pasar yang menggambarkan seolah-olah terjadi keretakan hubungan antara otoritas fiskal (Kementerian Keuangan) dan otoritas moneter (Bank Indonesia).

Narasi ketidakharmonisan inilah yang dinilai memperparah tekanan psikologis terhadap Rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000.

​Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Mohamad Hekal, meluruskan bahwa angka Rp18.000 tersebut murni digerakkan oleh sentimen pasar dan faktor eksternal global, bukan karena keroposnya fundamental ekonomi Indonesia.

Secara faktual, indikator ekonomi domestik justru terus membaik, terbukti dari performa solid laporan APBN triwulan I dari bulan ke bulan.

0 Komentar