Menyulam Pohon, 400 Santri Asalafie Babakan Ciwaringin Gelar Wisuda Hijau

YKP-Babakan-Ciwaringin-Gelar-Wisuda
Yayasan Kebajikan Pesantren (YKP) Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, sukses menggelar prosesi wisuda dan tasyakur kelas akhir pada Minggu siang (7/6/2026).  Foto: Istimewa

CIREBONINSIDER.COM – Yayasan Kebajikan Pesantren (YKP) Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, sukses menggelar prosesi wisuda dan tasyakur kelas akhir pada Minggu siang (7/6/2026).

Acara yang berlangsung khidmat tersebut dikemas dalam kesederhanaan khas pesantren. Namun membawa pesan ideologis yang kuat terhadap pelestarian alam melalui peluncuran gerakan penghijauan berbasis daur ulang.

​Agenda tasyakur bersama tahun ini diikuti oleh total 400 wisudawan dan wisudawati yang berasal dari empat lembaga pendidikan di bawah naungan YKP Babakan Ciwaringin.

Baca Juga:Menbud ke Keraton Kasepuhan dan Rencana Transformasi Gedung Kesenian Nyi Mas Rarasantang Jadi Taman BudayaSisa Kas Jabar Rp500 Ribu, Sekda Herman Suryatman Bongkar Strategi Belanja Agresif Era Dedi Mulyadi

Lembaga tersebut meliputi Madrasah Tsanawiyah (MTs) NU Assalafie yang menuntaskan wisuda ke-12, Madrasah Aliyah (MA) NU Assalafie pada wisuda ke-12, SMP NU Assalafie Unggulan yang merayakan kelulusan perdana, serta Madrasah Al-Hikamus Salafiyah Putri yang mengikuti rangkaian tasyakur secara terpadu.

Kekhidmatan Tradisi dan Doa Bersama di Lingkungan Pesantren

​Rangkaian kegiatan tasyakur berlangsung sejak pagi hingga siang hari. Diawali dengan agenda religius yang menjadi jangkar spiritual Pesantren Babakan Ciwaringin, yakni pembacaan Hadiyu atau wiridan khas pesantren Babakan dan doa bersama. Prosesi religius ini dihadiri langsung segenap Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Putra-Putri Assalafie Babakan Ciwaringin, jajaran tenaga pendidik, tenaga kependidikan dari seluruh instansi, serta ratusan santri kelas akhir.

​Pembeda utama sekaligus nilai luhur dari wisuda kali ini adalah diluncurkannya gerakan penghijauan dan ramah lingkungan.

Langkah ini bukan sekadar mengikuti tren isu global. Melainkan sebuah manifestasi langsung untuk menghidupkan kembali wasiat historis dari Almaghfurlah KH Abdurrohim tokoh ulama Cirebon Abad Ke-20, yang merupakan ayahanda dari Almaghfurlah KH Syaerozie selaku pendiri Pondok Pesantren Assalafie, Babakan Ciwaringin.

​Dalam rekam sejarahnya, KH Abdurrohim meninggalkan pesan mendalam terkait keseimbangan alam yang wajib dijaga oleh para santri dan generasi penerus. Almaghfurlah menegaskan sebuah amanat luhur yang berbunyi, jangan menebang pohon jika tidak dibarengi dengan menyulam.

“Amanat tersebut menegaskan filosofi bahwa manusia tidak boleh hanya menjadi konsumen alam yang menebang dan mengeksploitasi pohon demi kepentingan sesaat. Melainkan harus bertanggung jawab penuh untuk melakukan penanaman kembali demi keberlangsungan hidup masa depan,” terang KH Wawan Arwani Syaerozie selaku Ketua Yayasan Kebijakan Pesantren (YKP) Babakan Ciwaringin Kabupaten Cirebon.

0 Komentar