CIREBONINSIDER.COM – Pola penanggulangan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Kuningan mulai bergeser dari sekadar penyaluran bantuan karitatif menuju intervensi pendidikan yang terintegrasi.
Pemerintah daerah kini menempatkan akurasi data kemiskinan dan akses pendidikan berkualitas sebagai instrumen utama untuk memutus mata rantai kemiskinan antar-generasi.
Komitmen strategis ini ditegaskan kembali oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., dalam agenda Peningkatan Kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Direktorat Perlindungan Sosial Non-Kebencanaan Kementerian Sosial yang berlangsung di Jagara Eco Park, Kecamatan Darma, Rabu (3/6/2026).
Baca Juga:Suntikan Rp11,4 Triliun, Strategi Prabowo Tambal Defisit dan 'Operasi Senyap' Satgas PKH di Hutan LindungBansos PKH dan BPNT Cair Lebih Awal di April 2026, Gus Ipul ‘Todong’ Akurasi Data Tunggal DTSEN
Di hadapan ratusan Sumber Daya Manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH), Bupati Dian menyampaikan apresiasi atas transformasi status para pendamping sosial yang kini telah beralih menjadi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu. Status baru ini dinilai sebagai momentum krusial untuk meningkatkan daya dorong program di lapangan.
“Pendamping sosial bukan hanya memastikan bantuan cair atau tidak. Lebih penting adalah bagaimana masyarakat yang didampingi dapat tumbuh, berkembang, dan mandiri. Kita ingin bantuan sosial menjadi jalan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Dian menegaskan.
Menurut Dian, cetak biru (blueprint) pengentasan kemiskinan yang efektif sangat bergantung pada validitas basis data hulu. Oleh sebab itu, Dinas Sosial bersama jajaran pendamping PKH diinstruksikan untuk mengawal pemutakhiran data secara berkelanjutan.
Langkah ini sekaligus menjadi motor penggerak kesuksesan Program Sekolah Rakyat agar menjangkau anak-anak dari klaster keluarga miskin yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan bermutu.
Animo Tinggi, Kuota Sekolah Rakyat Melampaui Target
Gayung bersambut, intervensi sosial melalui jalur pendidikan ini mendapat respons masif di akar rumput. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, Tatiek Ratna Mustika, mengungkapkan bahwa Kuningan saat ini dipercaya oleh pemerintah pusat sebagai lokus pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat, tepatnya di Desa Cikandang, Kecamatan Luragung.
Berdasarkan pemetaan faktual di lapangan, animo masyarakat terhadap program afirmasi ini menunjukkan angka yang sangat progresif:
– Total Jangkauan Calon Siswa: 6.475 anak teridentifikasi masuk radar program.
– Peminat Definitif: 178 anak dari keluarga prasejahtera menyatakan siap bergabung.
