CIREBONINSIDER.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi pilar strategis nasional kini mulai dibayangi oleh pergerakan para pemburu rente di daerah.
Sebuah modus penipuan terstruktur berkedok pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berhasil dibongkar di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Tidak main-main, kerugian finansial yang diderita korban dalam pusaran proyek fiktif ini menembus angka hampir Rp1 miliar.
Baca Juga:Standar Ketat Makan Bergizi Gratis, SPPG Nakal Terancam Berhenti Operasi Mulai Mei IniMahasiswa Polbangtan Pegang Kendali Pasokan SPPG, Strategi Dadan Hindayana Libas Dominasi Tengkulak Gizi
​Merespons fenomena tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak taktis menggandeng aparat kepolisian untuk melakukan “pembersihan” ruang gerak para makelar proyek.
Langkah hukum agresif ini diambil demi membentengi kredibilitas program nasional sekaligus memutus mata rantai pemerasan yang menyasar para pelaku usaha lokal.
​Dalam konferensi pers bersama yang digelar di Ruang Rupatama Polda NTB, Jumat (29/5/2026), Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menegaskan posisi institusinya yang menolak keras segala bentuk kompromi terhadap praktik pungutan liar.
​Membongkar Siasat Jual-Beli Titik Lokasi Dapur
​Kasus yang kini tengah ditangani secara intensif oleh Polres Lombok Timur membeberkan siasat licik seorang terduga pelaku dalam memperdaya korbannya.
Mengandalkan momentum perluasan program MBG yang sedang gencar disosialisasikan, pelaku menawarkan garansi kepemilikan titik lokasi, pembangunan fisik gedung, hingga jaminan kesiapan operasional dapur SPPG di wilayah Masbagik Selatan, Lombok Timur.
​Untuk memuluskan “jalur belakang” tersebut, pelaku meminta mahar uang dalam jumlah fantastis dengan dalih sebagai biaya percepatan verifikasi dan persetujuan dari pejabat pusat.
​”Modus yang digunakan adalah menjanjikan titik lokasi, pembangunan gedung SPPG, hingga siap operasional. Padahal, seluruh proses pengajuan dan verifikasi SPPG yang sah sama sekali tidak pernah dipungut biaya oleh Badan Gizi Nasional,” ungkap Sony Sonjaya secara lugas di hadapan awak media.
Baca Juga:Audit Total Makan Bergizi Gratis: BGN 'Rem Darurat' Operasional SPPG Bermasalah!Dapur Gizi Polri Masuk Pesantren, Kapolda Jabar Bangun 2 Satuan SPPG di Buntet Cirebon
​Benang merah kasus ini mulai terurai ketika sejumlah korban yang merasa digantung mendatangi kantor BGN untuk mengklarifikasi proyek yang tak kunjung terealisasi.
Menyadari adanya praktik kriminalitas murni, BGN langsung mengarahkan para korban untuk segera menempuh jalur hukum guna mengamankan barang bukti dan melacak aliran dana.
