”Dari kegiatan ini kita belajar bersama bahwa relawan harus memiliki kompas arah, sistem yang baku, dan solidaritas yang kuat agar mampu bekerja efektif serta tidak justru menjadi beban baru di daerah terdampak bencana,” ungkap Syifa.
Melalui konsolidasi keilmuan dan berbagi pengalaman nyata ini, UKM Mapalangit Biru STID Al Biruni berkomitmen untuk terus mencetak motor penggerak kemanusiaan di kalangan mahasiswa yang tidak hanya bermodal semangat, tetapi juga matang dalam metodologi mitigasi serta manajemen kebencanaan modern.(*)
