Bahlil Semprot Makelar Migas di IPA Convex 2026, Garansi 8 WK Baru Bebas Nego Belakang Meja!

Menteri-ESDM-Bahlil-Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat mengumumkan penandatanganan kontrak 8 Wilayah Kerja WK Migas baru Indonesia di IPA Convex 2026. Foto: Humas Kementerian ESDM

Masih di area yang sama, WK Jalu mengunci potensi 2,9 TCF gas dengan komitmen pasti senilai USD6,6 juta dan bonus tanda tangan USD300 ribu.

​Beralih ke timur Jawa, WK Barong yang membentang di lepas pantai Jawa Timur dan Sulawesi Selatan menawarkan potensi gas sebesar 2,9 TCF dengan nilai investasi komitmen USD2,5 juta dan bonus USD200 ribu.

Masih di wilayah sekitarnya, WK Nawasena di darat dan laut Jawa Timur menyimpan potensi 1,3 TCF gas dengan komitmen investasi USD3,5 juta dan bonus tanda tangan USD300 ribu.

Baca Juga:Bahlil Garansi Harga BBM-LPG Tak Naik, Teknologi CNG Siap Masuk Dapur Warga CirebonBahlil Klaim RI Tak Lagi Impor Solar Per Juli 2026, Akankah Harga BBM Turun?

​Tanah Papua juga menunjukkan taringnya. WK Bintuni di daratan dan lepas pantai Papua Barat mengantongi potensi gas sebesar 2,1 TCF dengan nilai komitmen pasti tertinggi mencapai USD16,55 juta dan bonus tanda tangan USD1,25 juta.

Menyusul di lepas pantai Papua Barat Daya, WK Drawa siap digarap dengan cadangan 0,36 TCF gas lewat nilai komitmen USD6,45 juta dan bonus USD200 ribu.

​Sementara untuk lumbung minyak, WK Gagah di daratan Sumatera Selatan menjanjikan potensi masif sebesar 173 juta barel minyak serta 1,1 TCF gas, dengan investasi komitmen USD4,25 juta dan bonus USD300 ribu.

Terakhir, WK Karunia yang berada di darat dan laut Sumatera Utara serta Riau, siap mengeksplorasi 82 juta barel minyak dan 0,13 TCF gas dengan komitmen pasti senilai USD9,9 juta dan bonus tanda tangan USD300 ribu.

​Proteksi Pengusaha Daerah: Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

​Di balik ambisi mengejar angka produksi makro, Bahlil yang juga mantan Kepala BKPM ini menyelipkan misi ideologis yang berpihak pada ekonomi kerakyatan. Ia menuntut agar implementasi di lapangan melibatkan para pemain lokal di daerah operasi migas tersebut.

​Kementerian ESDM mewajibkan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) skala besar untuk membangun simbiosis bersama pengusaha lokal.

Aturan mainnya jelas: kolaborasi wajib dilakukan, tetapi pengusaha daerah juga harus menaikkan standar kompetensi agar tetap profesional dan kompetitif.

Baca Juga:Prabowo Instruksikan Bahlil Bongkar Sumber Pendapatan Mineral yang 'Belum Adil' bagi NegaraLPG 3 Kg Bakal Diganti CNG, Harga Lebih Murah 30 Persen: Akankah Dapur Warga Cirebon Lebih Ngebul?

​”Agar pengusaha-pengusaha daerah itu harus dikolaborasikan, jangan semua kontraktor orang Jakarta semua! Jadikanlah orang daerah itu menjadi tuan di negerinya sendiri selama mereka profesional,” kata Bahlil membakar semangat.

0 Komentar