Prabowo Sindir Proyek Kantor Megah: Pilih Tunda Anggaran demi Tambak Udang Kebumen Senilai Rp134 Miliar

Prabowo-Subianto
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau panen raya udang vannamei di tambak modern BUBK Kebumen Jawa Tengah. Foto: Doc Setneg RI

Dalam proyeksi satu tahun, perputaran nilai ekonominya berpotensi menembus angka Rp134,4 miliar sekaligus langsung menggerakkan ekonomi lokal dengan menyerap 650 tenaga kerja setempat.

​Membidik Posisi Produsen Udang Nomor Satu di Dunia

​Melihat hasil konkret di lapangan, Presiden Prabowo optimistis bahwa komoditas udang nasional memiliki daya tawar yang sangat kompetitif untuk menggeser dominasi pasar global. Udang kini ditempatkan sebagai mesin devisa berkelanjutan, bukan sekadar komoditas musiman.

​“Jadi sangat menjanjikan. Kita akan bangun proyek-proyek produktif yang menghasilkan protein untuk rakyat kita, dan juga untuk jual ke luar negeri supaya kita bisa dapat devisa,” urai Kepala Negara menjelaskan strategi besarnya.

Baca Juga:Prabowo Kumpulkan ‘Arsitek’ Penyelamat Krisis 2008: Benteng Taktis Hadapi Badai Ekonomi GlobalTarget Juli 2026: Prabowo Genjot KDMP, Mampukah Hapus 'Penyakit' Kelangkaan LPG dan Beras di Cirebon?

​Sebagai langkah replikasi dan perluasan skala (scaling up), pemerintah tidak berhenti di Kebumen. Proyek serupa dengan skala yang jauh lebih masif kini tengah dikebut pembangunannya di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

​Jika BUBK Kebumen menjadi laboratorium percontohan di lahan 100 hektare, megaproyek di Waingapu diproyeksikan terintegrasi di atas lahan seluas 2.000 hektare.

​Langkah taktis Prabowo di sektor kelautan ini menjadi bukti konsistensinya sejak masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, di mana ketahanan pangan dinilai sebagai pilar utama kedaulatan negara.

Melalui gaya kepemimpinan barunya, orientasi hasil dan penciptaan nilai tambah (value-added) resmi dijadikan indikator mutlak keberhasilan ekonomi nasional di era Kabinet Merah Putih.(*)

0 Komentar