Prabowo Kumpulkan ‘Arsitek’ Penyelamat Krisis 2008: Benteng Taktis Hadapi Badai Ekonomi Global

Prabowo-Subianto
Presiden Prabowo Subianto didampingi Airlangga Hartarto dan Purbaya Yudhi Sadewa saat menerima tokoh ekonomi senior di Istana Kepresidenan Jakarta. Foto: Doc. Setneg RI

​”Kalau kita cek dengan konteks hari ini, relatif situasi makro kita lebih baik, fundamental lebih kuat. Dan depresiasi rupiah itu sekitar 5 persen, jadi jauh lebih rendah dari berbagai kasus sebelumnya,” jelas Airlangga optimis.

​Instruksi Tegas Prabowo: Perkuat Regulasi Perbankan

​Pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang bernostalgia. Presiden Prabowo Subianto langsung mengeluarkan instruksi taktis kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk bergerak cepat di sektor regulasi finansial.

​Ada dua poin utama yang menjadi fokus radar pemerintah:

– Pertama, ​Amanat Prudential: Memperketat pengawasan prinsip kehati-hatian perbankan nasional agar tidak terjebak dalam risiko sistemik (systemic risk).

Baca Juga:Ekonomi Desa di Ambang Dualisme: Komisi V DPR Bongkar Karut-Marut Koperasi Merah Putih dan Benang Kusut AsetManipulasi Data Sensus Ekonomi 2026 Jadi Bom Waktu, DPR Sentil BPS Solo soal Nasib Kaum Dhuafa

– Kedua, ​Konsolidasi Modal: Melakukan kajian mendalam terhadap penguatan permodalan perbankan. Mengingat jumlah bank di Indonesia yang cukup gemuk, penguatan modal menjadi harga mati agar perbankan tanah air memiliki bantalan (buffer) yang tebal saat menghadapi guncangan eksternal.

​Langkah cepat Presiden Prabowo mengumpulkan para senior ekonomi ini mengirimkan sinyal kuat ke pasar: Pemerintah tidak sedang berjudi dengan regulasi.

​Di saat negara-negara maju berjuang melawan ancaman stagflasi dan ketidakpastian geopolitik, Indonesia memilih menjahit kebijakan dari benang pengalaman sejarah yang valid.

Bagi pelaku pasar, pelaku UMKM, hingga masyarakat luas, ini adalah jaminan bahwa stabilitas dompet nasional sedang dijaga dengan kewaspadaan penuh, bukan sekadar respons pemadam kebakaran.(*)

0 Komentar