BGN kini mendorong akselerasi agar setiap relawan penggerak di lapangan mendapatkan kepastian perlindungan jaminan sosial melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek).Langkah preventif ini diambil setelah mengevaluasi tingginya mobilitas dan dinamika kerja di SPPG.
Para relawan di lapangan dihadapkan pada risiko kerja nyata yang cukup tinggi; mulai dari proses bongkar muat logistik bahan baku skala besar, aktivitas memasak menggunakan peralatan berat berbahan bakar gas, hingga tantangan geografis saat mendistribusikan makanan ke wilayah pelosok Sulawesi Selatan.
BGN menyadari bahwa kecelakaan kerja sekecil apa pun di level relawan dapat menciptakan efek domino yang mengganggu stabilitas operasional SPPG secara keseluruhan.
Baca Juga:SPPG Dapur MBG yang Bermasalah Ditutup, Kemenkes Wajibkan SLHS dan Libatkan PuskesmasSinyal Kuat BGN: MBG Bisa Gerakkan Ekonomi Ciayumajakuning, Syaratnya Kampus Harus Turun Tangan
Melalui sinergi standar ganda ini—pangan yang higienis dan manusia yang terlindungi—Sulawesi Selatan bersiap menjadi barometer nasional dalam implementasi program gizi yang aman, sehat, dan humanis.(*)
