Menggugat Lupa: Sejarah 669 Masehi di Balik Keputusan Dedi Mulyadi Tetapkan Hari Tatar Sunda

Napak-Tilas-Padjadjaran
Ilustrasi prosesi khidmat penyerahan Mahkota Binokasih dari Museum Geusan Ulun ke Kereta Kencana untuk Napak Tilas Padjadjaran 2026. Foto Ilustrasi /AI

– ​19 Agustus: Merupakan peringatan administratif kenegaraan (Provinsi).- ​18 Mei: Merupakan penguatan akar budaya dan sejarah (Identitas Rakyat).

​Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyambut haru momentum ini. Baginya, kirab budaya ini adalah cerminan sejarah sekaligus panduan masa depan bagi warga Sumedang dan Jawa Barat secara luas.

​Rute Panjang Menuju Puncak

​Setelah dari Sumedang, rombongan Napak Tilas Padjadjaran akan bergerak menyapa masyarakat di Kawali (Ciamis), Kampung Naga (Tasikmalaya), hingga menyentuh Cianjur, Bogor, Karawang, Depok, dan Kabupaten Cirebon.

Baca Juga:Ironi Ijazah Tinggi Tapi Nganggur, Tuti Andriani dan Dedi Mulyadi Rombak Strategi Vokasi Jabar 2026Pusat Obral Insentif, Dedi Mulyadi Tegaskan Kendaraan Listrik di Jabar Tetap Bayar Pajak: Kan Pakai Jalan!

​Puncak kemegahan diprediksi akan pecah di Kota Bandung pada Sabtu, 16 Mei 2026, melalui kirab budaya kesenian kabupaten/kota se-Jabar.

Perayaan ini akan ditutup dengan pertunjukan kolosal bertajuk “Peuting Munggaran Milangkala Tatar Sunda” di Gedung Sate pada Minggu malam, 17 Mei 2026.

​Langkah berani ini menjadi sinyal kuat bahwa di tengah gempuran globalisasi, masyarakat Jawa Barat menolak untuk menjadi asing di tanahnya sendiri. 18 Mei kini resmi menjadi jangkar bagi jati diri warga Pasundan.(*)

0 Komentar