Kemanusiaan Lampaui Batas Pulau: Kisah Salman dan Mudaris Bangkitkan Desa Terisolasi di Sumatera Utara

Relawan-Mapalangir-STID-ALBIRUNI-Cirebon
Prosesi pemakaian kain Ulos kepada relawan Cirebon Salman dan Mudaris oleh warga Dusun Hutaraja Tapanuli Tengah sebagai simbol persaudaraan. Foto: Istimewa/STID Al Biruni Cirebon

​Refleksi Kemanusiaan: Cirebon untuk Sumatera

​Kepulangan Salman dan Mudaris ke Jawa Barat meninggalkan warisan berharga berupa sistem penanganan bencana berbasis komunitas.

Dusun Hutaraja yang dulu merana akibat bencana, kini perlahan bertransformasi menjadi desa yang lebih tangguh dan terorganisir.

​Kisah ini memberikan sudut pandang kritis bagi kita semua: bahwa solidaritas akar rumput seringkali menjadi kunci utama pemulihan wilayah pascabencana.

Baca Juga:Negara 'Gaji' Petani Korban Bencana: Strategi Mentan Amran Pulihkan 98 Ribu Hektare Sawah di SumateraMentan Amran Siapkan Rp6,5 Triliun ‘Operasi Darurat’ Pulihkan Lumbung Pangan Sumatera

Perbedaan suku dan asal daerah justru menjadi kekuatan saat disatukan oleh satu visi kemanusiaan yang tulus. ​Dari Hutaraja kita belajar, bahwa sebuah pengabdian tidak diukur dari seberapa banyak materi yang diberikan, melainkan dari seberapa dalam jejak kekeluargaan yang ditinggalkan.(*)

0 Komentar