CIREBONINSIDER.COM – Menghadapi fase krusial pembangunan tahun 2026, Pemerintah Kota Cirebon resmi melakukan penyegaran strategis di pucuk pimpinan birokrasi.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, melantik Edi Siswoyo sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) di Ruang Adipura Kencana, Balai Kota Cirebon, Rabu (22/4/2026). Pelantikan ini menandai transisi penting setelah berakhirnya masa tugas Pj Sekda sebelumnya, Sumanto.
Namun, lebih dari sekadar proses administratif, pelantikan ini menjadi sinyal kuat dari Wali Kota untuk melakukan “pembersihan” hambatan birokrasi yang selama ini menghalangi akselerasi pembangunan.
Baca Juga:OJK Gedor Mafia Digital: 953 Pinjol Ilegal Dilibas, Dana Rp585 Miliar Berhasil DiselamatkanEfendi Edo Semprot Disdukcapil: Tak Boleh Ada Lagi Warga Cirebon Keluh Birokrasi Berbelit!
Memutus Rantai ‘Ego Sektoral’
Dalam pidato yang lugas, Wali Kota Effendi Edo menekankan istilah “Orkestrasi Birokrasi”. Ia memposisikan Sekda sebagai simpul koordinasi utama yang harus memastikan setiap perangkat daerah tidak lagi bekerja dalam “kotak-kotak” kepentingan sendiri.
“Sekretaris Daerah adalah motor penggerak. Kita tidak butuh birokrasi yang berhenti di meja administrasi, tapi birokrasi yang hadir di lapangan, berbasis data, dan fokus pada hasil yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Effendi Edo.
Penekanan pada tata kelola berbasis data ini menjadi krusial di tengah kondisi riil masyarakat saat ini.
Di satu sisi, Cirebon dituntut melakukan percepatan digitalisasi, namun di sisi lain harus menghadapi tantangan keterbatasan personel pelayanan publik. Edi Siswoyo kini memikul mandat untuk menjembatani celah tersebut.
Instruksi Khusus: Geber PAD dan Efisiensi Fiskal
Selain penguatan internal, Pj Sekda baru dibebani target spesifik untuk memperluas ruang fiskal daerah.
Wali Kota menginstruksikan adanya peninjauan ulang terhadap belanja rutin agar anggaran dapat dialihkan ke program-program yang langsung menyentuh kebutuhan akar rumput.
Menanggapi tantangan tersebut, Edi Siswoyo menyatakan kesiapannya untuk melakukan akselerasi koordinasi. Fokus utamanya cukup tajam: Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Baca Juga:PAD Melejit 70 Persen, Pj Sekda Kota Cirebon Ingatkan Perumda Tirta Giri Nata Jangan Terlena Zona NyamanWali Kota Cirebon Geser Agus Mulyadi dari Jabatan Sekda ke Staf Ahli
”Amanah ini adalah tanggung jawab besar. Fokus awal saya adalah membangun sinergi tanpa sekat antar-SKPD dan memperkuat upaya peningkatan PAD.
Kita butuh kolaborasi kolektif untuk memastikan agenda strategis Kota Cirebon berjalan optimal,” ungkap Edi Siswoyo usai pelantikan.
Ujian Bagi Sang Konduktor Baru
Kehadiran Edi Siswoyo diharapkan mampu membawa semangat baru yang lebih responsif dan akuntabel.
