Dengan pengalaman manajerial yang dimilikinya, publik menanti apakah “konduktor” baru ini mampu memutus rantai administrasi yang kaku dan menghadirkan solusi konkret atas persoalan perkotaan di Cirebon.
Transisi dari Sumanto ke Edi Siswoyo bukan hanya soal pergantian orang, melainkan ujian bagi soliditas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Cirebon untuk membuktikan bahwa birokrasi bisa bergerak lebih lincah di tengah dinamika tahun 2026.(*)
