​”Hilirisasi bukan hanya soal pabrik, tapi tentang nilai tambah yang dirasakan langsung di tingkat tapak. Dengan industri pengolahan yang mendekat ke lahan produksi, lapangan kerja baru akan terbuka dan pendapatan petani akan terkerek naik karena produknya memiliki nilai tawar yang jauh lebih tinggi,” ungkap Ali Jamil.
​Guna menjaga konsistensi pasokan, pemerintah juga melakukan akselerasi digitalisasi data perkebunan. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan menjadikan hilirisasi perkebunan sebagai fondasi strategis Indonesia dalam menghadapi transisi energi global yang inklusif dan berkelanjutan.​(*)
