“Pertumbuhan ini didorong secara konsisten oleh sektor unggulan pertanian dan perikanan. Dengan dukungan teknologi dari Yangjiang, kami menargetkan adanya lompatan kualitas produk lokal agar memiliki nilai tambah tinggi dan lebih kompetitif di pasar global,” tutur Jigus.
Empat Pilar Strategis dan Dampak ke Kawasan Rebana
Perluasan nota kesepahaman (MoU) yang telah dirintis sejak Desember 2023 ini kini mencakup empat pilar utama: peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), perdagangan, pariwisata-kebudayaan, serta penelitian peninggalan budaya.
Secara strategis, integrasi ini selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021 tentang percepatan pembangunan kawasan Rebana.
Baca Juga:Sister City Kabupaten Cirebon dan Kota Yangjiang: Ada Persamaan Sejarah dan BudayaWarisan Putri Ong Tien Berlanjut, Cirebon Gandeng Tiongkok Sulap Kawasan Rebana Jadi Pusat Ekonomi Biru
Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), Cirebon diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat industri pengolahan hasil laut modern.
Model yang akan diadaptasi adalah kesuksesan Pelabuhan Perikanan Zhaipo di Yangjiang, yang saat ini menjadi pusat aktivitas maritim terbesar kedua di Guangdong.
Sinergi ini diharapkan tidak hanya berakhir sebagai dokumen formal, melainkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui transfer pengetahuan dan pembukaan lapangan kerja baru di sektor industri manufaktur dan maritim Jawa Barat.(*)
