Jaga Marwah Nyi Selawe, Restorasi Situs Pribumi Tertua di Grogol Cirebon Mulai Ditempuh

Makam-Buyut-Selawe
Proses permulaan renovasi Situs sejarah Nyi Selawe Kapetakan Cirebon melibatkan warga dan pemerintah desa. Foto: Istimewa/Subadi

​Pembangunan ini menjadi simbol kebersamaan masyarakat dengan menerapkan pola transparan:

– ​Legitimasi Lokal: Pembahasan rencana teknis dibahas secara terbuka di Balai Desa Grogol.

– ​Sinergi Pemerintahan: Koordinasi penuh dengan Pemerintah Desa Grogol sebagai pemangku wilayah.

– ​Gotong Royong Modern: Pelaksanaan yang sudah dimulai sejak awal pekan ini membuka ruang partisipasi bagi berbagai lapisan masyarakat yang merasa terpanggil menjaga identitas budaya.

Baca Juga:Pembongkaran Jembatan Kereta Api di Sukalila: Antara Ambisi Normalisasi Sungai dan "Penghapusan" Jejak SejarahCirebon Kini 'Migrasikan' Sejarah ke Ruang Digital, Wali Kota: Hapus Ego Sektoral!

​Menjaga “Oksigen” Budaya di Tanah Grogol

​Situs Buyut Krayunan dan Nyi Selawe bukan sekadar destinasi religi warga sekitar, melainkan magnet bagi peziarah lintas daerah.

Upaya rehabilitasi ini adalah bentuk “balas budi” peradaban modern terhadap jasa para leluhur yang telah meletakkan pondasi kehidupan di utara Cirebon.

​”Menjaga situs ini adalah salah satu cara kita bersyukur. Tanpa pondasi yang mereka bangun, identitas Grogol dan Karangkendal tidak akan sekuat sekarang,” tutup Wahyu dengan optimis.

​Bagi masyarakat Cirebon dan para pemerhati sejarah, pembangunan kembali situs ini adalah pengingat: bahwa kejayaan sebuah bangsa berakar dari keteguhan warganya dalam menghormati dan merawat jejak para pendahulu.(*)

0 Komentar