Mengingat sulitnya jalur ekspor, pengusaha meminta kelonggaran regulasi agar hasil produksi kualitas ekspor dapat dijual ke pasar domestik.
​Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga arus kas (cash flow) perusahaan sekaligus menyuplai bahan baku bagi industri dalam negeri yang juga kesulitan impor.
​Pemdaprov Jabar memastikan koordinasi intensif dengan Kemendag dan Kemenperin terus berjalan.
Baca Juga:Ekonomi Indonesia Kebal Guncangan? Strategi 'Shock Absorber' Prabowo-Airlangga di Tengah Perang AS-Israel-IranDilema Selat Hormuz: Antara Mudik Lebaran dan Bayang-Bayang Perang AS-Iran 2026
Program penguatan seperti Export Coaching Program (ECP) dan pendampingan Prospek Pesat dipastikan tetap hadir untuk menjaga daya saing komoditas lokal tetap kompetitif di tengah ketidakpastian ekonomi global 2026.(*)
