– ​Garda Terdepan Smart Village: Lompatan teknologi ditunjukkan oleh Desa Cisaat, Desa Guwa Kidul, dan Desa Getrakmoyan yang muncul sebagai pionir digitalisasi layanan.
– ​Akselerasi Administrasi Digital: Desa Arjawinangun, Desa Babakan Gebang, dan Desa Sindangjawa membuktikan bahwa administrasi desa kini bisa berjalan secepat kilat dengan sentuhan teknologi informasi.
– ​Desa Pendamping (Mentor): Desa Karangwangun dan Desa Kalibaru, bergabung kembali dengan Desa Kalikoa, didapuk sebagai mentor. Mereka bertugas mendampingi desa-desa lain agar terjadi pemerataan kualitas ekosistem digital di seluruh Cirebon.
Baca Juga:Cirebon Smart Village 2025 Dimulai: 4 Sektor Sinergi Hadapi Tantangan Kesenjangan DigitalWali Kota Cirebon Cirebon Hadiri Forum Smart City 2025: Banyak Gagasan yang Bisa Diterapkan
​Menariknya, Desa Kalikoa mencuri perhatian dengan meraih predikat di dua kategori sekaligus, menunjukkan dominasi mereka baik dalam aspek statistik maupun implementasi layanan cerdas.
​Menuju Visi Cirebon Smart City
​Keberhasilan desa-desa pionir ini menjadi katalisator bagi visi besar Cirebon Smart City. Dengan desa yang mulai “melek” statistik, arah pembangunan di masa depan tidak lagi bersifat top-down, melainkan berbasis data akurat dari pinggiran.
​”Apresiasi setinggi-tingginya bagi desa yang telah menunjukkan komitmen luar biasa. Inovasi ini adalah investasi jangka panjang demi kesejahteraan masyarakat Cirebon,” pungkas Jigus.(*)
