CIREBONINSIDER.COM- Kepala Polres Cirebon Kota (Kapolres Ciko) AKBP Eko Iskandar mengatakan saat ini pihaknya tengah mendalami dugaan adanya sindikat pengemis yang beroperasi di kawasan wisata religi Makam Sunan Gunung Jati, terutama yang melibatkan anak di bawah umur.
Eko Iskandar menegaskan pihaknya tidak akan ragu menempuh langkah hukum apabila ditemukan unsur pidana dalam praktik mengemis di lokasi wisata religi Makam Sunan Gunung Jati ini.
“Kalau ada indikasi eksploitasi anak atau keterlibatan jaringan tertentu, tentu akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Eko Iskandar dikutip dari Antara, Kamis, 7 Agustus 2025.
Baca Juga:Profil Satori, Anggota DPR RI Dapil Cirebon-Indramayu yang Kini Tersangka Korupsi Dana CSR BI dan OJKTambang Gunung Kuda Belum Dibuka Lagi, Pemkab Cirebon Salurkan Santunan untuk Warga Terdampak
Tim gabungan dari forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda Kabupaten Cirebon), lanjut Eko, hingga kini terus melakukan penertiban pengemis, pengamen, dan oknum penjaga kotak amal.
Dalam hal ini Forkopimda juga sudah beberapa kali melakukan rapat bersama instansi terkait.
Di samping itu, tambahnya, Forkopimda juga terus membangun komunikasi dengan pihak Keraton Kanoman Cirebon dan masyarakat sekitar, yang semuanya merespons positif, menyatakan dukungan terhadap langkah penertiban tersebut.
“Kita ingin kondisi tetap tertib dan nyaman bagi para peziarah. Kesultanan dan masyarakat sekitar sangat mendukung,” ujarnya.
Eko mengungkapkan, dari hasil pendataan sementara, jumlah pengemis di kawasan itu terdeteksi mencapai sekitar 300 orang.
Menurutnya angka tersebut bersifat fluktuatif karena pengemis di kawasan tersebut banyak yang datang dari luar daerah.
“Inilah yang jadi tantangan. Karena mobilitasnya tinggi, kita susun sistem siapa berbuat apa dan siapa bertanggung jawab agar wilayah ini tidak terkesan bebas,” katanya.
Baca Juga:Wakil Wali Kota Cirebon Serahkan Bantuan Kursi Roda dan Sembako untuk Warga ArgasunyaKumpulkan Para Camat, Bupati Cirebon Minta Tingkatkan Pelayanan dan Komunikasi Publik
Sebagai upaya untuk tetap menjaga ketertiban sekaligus menekan praktik mengemis di kawasan ziarah religi ini, kata Eko, pihaknya telah menempatkan 41 personel gabungan berjaga setiap hari.
Menurut Eko, tidak hanya tindakan lapangan, forkopimda pun sudah menyiapkan program pembinaan jangka panjang berupa pelatihan profesi dan pembekalan etika kepada masyarakat sekitar kawasan wisata religi tersebut.
Ia menegaskan bahwa seluruh upaya yang dilakukan bersama forkopimda bertujuan menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan layak, sehingga citra destinasi wisata religi yang sakral di wilayah Cirebon tidak tercemar.
