CIREBONINSIDER.COM— Badan Gizi Nasional (BGN) merombak total tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN mengambil tindakan tegas dengan menghentikan kerja sama dan menyingkirkan yayasan-yayasan bermasalah di lapangan.
Langkah pembersihan ini dilakukan setelah ditemukannya praktik pungutan liar yang memangkas anggaran gizi anak-anak.
Kepala BGN Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, membongkar praktik parasit tersebut saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah 3T di Takalar, Sulawesi Selatan.
Baca Juga:BGN Sikat Calo Dapur MBG, Insentif "Buta" Rp6 Juta Per Hari Resmi Dihapus!BGN Kunci Dapur MBG, Pemasok Lokal Wajib Didahulukan, Tengkulak Kakap Dilarang Masuk
Sejumlah yayasan tidak bermodal nekat meminta potongan ilegal berkisar Rp1.500 hingga Rp2.000 untuk setiap porsi makanan.
”Mitra yang keluar modal, mitra yang bangun dapur. Tapi ada yayasan tidak berkontribusi yang tiba-tiba menuntut setoran,” tegas Mas Dar.
Ia menambahkan bahwa imbas dari pungutan tersebut sangat fatal. Kualitas porsi makan anak-anak di piring akhirnya dikurangi demi menutup potongan dana. Kondisi tersebut dinilai tidak boleh lagi terjadi dalam program nasional ini.
Modus Yayasan Numpang Lewat
Di beberapa lokasi, konflik terbuka meletus antara investor atau mitra pengelola dapur dengan pihak yayasan pendamping.
Modusnya sangat merugikan. Mitra mengeluarkan seluruh dana operasional serta menanggung biaya pembangunan fasilitas dapur SPPG. Di sisi lain, yayasan yang tidak ikut repot justru membebankan setoran wajib hingga Rp2.000 per porsi.
Mitra yang terdesak akhirnya terpaksa menghemat bahan baku demi menutup beban biaya tak masuk akal itu.
Melihat penyimpangan tersebut, BGN memilih jalan tegas. Seluruh yayasan yang terbukti hanya kejar setoran tanpa memiliki peran pembinaan, pengawasan, maupun permodalan akan langsung diputus hubungannya.
Baca Juga:Telur Jabar Naik Kelas, Tembus Pasar Global hingga Hemat Anggaran MBG Rp4,23 TriliunBGN Gandeng JICA Adopsi Sistem Makan Sekolah Jepang untuk Program MBG
”Pokoknya orang yang tidak ada andil, tidak ikut repot, tidak keluar modal, tapi cuma kejar setoran, itu semua akan kita cut off. Kita amputasi semua,” ujar Mas Dar.
Sapu Bersih PKS dan Skema Baru
Untuk menutup celah pungli, BGN memperbarui Perjanjian Kerja Sama (PKS) secara menyeluruh. Melalui PKS baru ini, BGN terhubung langsung dengan mitra dan dapur SPPG tanpa perantara lembaga yang berpotensi membebani anggaran.
Selain pembaruan kontrak, BGN juga meluncurkan tiga perbaikan operasional mendasar:
