Ekosistem Lengkap: Dari OJK Hingga Perbankan Nasional
LokaModal bukan sekadar acara bagi-bagi sertifikat. Program ini menghadirkan ekosistem keuangan terpadu di satu tempat:
– Edukasi & Akses Aman: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan literasi keuangan agar pengusaha memahami manajemen risiko kredit.
– Pilihan Lembaga Keuangan: Lembaga keuangan besar seperti BRI, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank BJB, PT PNM, hingga Pegadaian hadir langsung memberikan konsultasi skema pinjaman yang paling cocok.
Baca Juga:Desain Sering Dijiplak, DPR Minta Hak Cipta UMKM Buat Murah dan MudahBawa UMKM Naik Kelas, Inkubator Kampus Diubah Jadi Pabrik Bisnis Modern
– Pendampingan Usaha: Peserta mendapatkan fasilitasi pemetaan bisnis, validasi legalitas, hingga ajang business matching.
Asisten Deputi Pembiayaan Usaha Mikro Kementerian UMKM, Fitri Rinaldi, menyampaikan bahwa kolaborasi ini dibuat untuk membangun ekosistem pembiayaan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
Bukan Sekadar Cair Pinjaman, tapi Harus Naik Kelas
Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan pembiayaan tidak hanya diukur dari seberapa besar dana yang berhasil disalurkan.
Tenaga Ahli Menteri Bidang Pengembangan Skema Pembiayaan Program UMKM, Faisal Anwar, menyoroti bahwa karakteristik UMKM sangat beragam. Karena itu, skema pembiayaan harus fleksibel menyesuaikan tingkat pertumbuhan usaha.
”Dampak pembiayaan terhadap perkembangan usaha juga harus menjadi tolok ukur, antara lain melalui peningkatan omzet, kapasitas produksi, penyerapan tenaga kerja, serta kemampuan UMKM untuk naik kelas,” jelas Faisal.
Pemerintah Kabupaten Cianjur pun mengapresiasi terobosan ini. Legalitas sertifikat tanah kini terbukti memiliki nilai ekonomi nyata: tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga membuka keran rezeki dan menggerakkan roda ekonomi daerah.(*)
