Dinamika persidangan pun sempat memanas saat pembahasan klausul masa iddah politik—yakni aturan ketat bagi calon pimpinan yang pernah menduduki jabatan partai politik demi menjaga independensi NU.
Perubahan mendasar ini dinilai sebagai langkah besar untuk mengembalikan marwah kepemimpinan ulama, mengedepankan prinsip syura murni, sekaligus memangkas celah pragmatisme politik. Publik kini menanti pengumuman nakhoda baru PBNU periode 2026-2031 yang diumumkan resmi oleh bilik AHWA di puncak penutupan muktamar.(*)
