Maryam, warga asal Soreang, mengaku kaget saat KDM mendadak meminta warga maju mendekati panggung utama. Penjagaan ketat yang biasanya menyekat rakyat biasa seketika cair.
Hal serupa dirasakan Tini, warga Pasirkoja. Tahun-tahun sebelumnya, ia hanya bisa melongok dari balik besi luar. Hari itu, ia memboyong anaknya menginjakkan kaki di rumput Gedung Sate, menyaksikan barisan TNI, Polri, hingga petugas kebersihan berdefile bersama.
Peringatan kemerdekaan di Gedung Sate kali ini membawa wacana baru: kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan keberanian memangkas ego pejabat demi listrik dan layanan kesehatan rakyat kecil.(*)
