Putus Rantai Impor Bibit Ayam, Pemprov Jabar Bekali Peternak KBB Mesin Tetas 2.000 Butir

Ayam-bantuan
Seorang petugas menurunkan keranjang berisi ayam bantuan dari mobil pikap untuk diserahkan kepada Kelompok Ternak Sauyunan di Kabupaten Bandung Barat. Foto: Istimewa

​Dengan kemampuan menetaskan bibit secara mandiri di tingkat desa, biaya pengadaan serta transportasi bibit antardaerah dapat dipangkas secara signifikan. Selain itu, risiko penularan penyakit dari lalu lintas ternak luar daerah dapat ditekan seminimal mungkin melalui kontrol biosekuriti yang ketat.

​Langkah ini memperkuat rantai pasok pangan lokal dan memastikan ketersediaan protein hewani bagi masyarakat sekitar tetap terjaga dengan harga yang lebih kompetitif.

​Pendampingan Berkelanjutan: Jaminan Bantuan Tak Mangkrak

​Penguasaan teknologi penetasan tanpa pendampingan teknis berisiko membuat alat berharga tersebut mangkrak. Untuk itu, UPTD BPPTU Jatiwangi menyiapkan skema pembinaan dan pengawasan berkala bagi kelompok penerima.

Baca Juga:Efek Jeda MBG dan Panen Raya, Harga Ayam-Bawang Anjlok, Jabar Deflasi 0,05 PersenKendalikan Harga Ayam dan Telur, Kementan Intervensi Stok Jagung SPHP Lewat Skema Satu Harga

​Pendampingan difokuskan pada manajemen pencatatan usaha, standarisasi biosekuriti kandang, hingga pembukaan akses pasar. Strategi hulu-ke-hilir ini memastikan investasi pemerintah benar-benar bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi warga menuju Jawa Barat yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.(*)

0 Komentar