Kondisi tersebut menuntut pendekatan pembelajaran yang ekstra personal dan tidak bisa disaratkan seperti sekolah formal biasa.
Kini, pengelola sekolah hanya bisa berharap dua hal segera rampung: penataan fisik gedung dan kejelasan SK pengangkatan dari pusat. Tanpa kepastian keduanya, niat mulia menyelamatkan pendidikan anak-anak rentan justru berisiko mengorbankan masa depan mereka.(*)
