– Harga Sembako & BBM Terjaga: Tahanan APBN mencegah imbas kenaikan harga barang dari luar negeri (imported inflation).
– Modal Usaha Tetap Mengalir: Kebijakan makroprudensial memastikan perbankan memiliki likuiditas aman untuk menyalurkan kredit ke UMKM dan pelaku usaha.
– Risiko PHK Ditekan: Pertumbuhan yang terjaga di level 5,61 persen menjaga aktivitas bisnis tetap hidup dan menyerap tenaga kerja.
Baca Juga:Sinergi tanpa Sekat, Prabowo Percayakan Juda Agung Perkuat Benteng Fiskal-MoneterSinergi Moneter-Fiskal: Thomas Djiwandono Sah Jabat Deputi Gubernur BI 2026-2031
Gejolak ekonomi dunia dipastikan belum berakhir. Namun, selama instrumen moneter, fiskal, dan sektor keuangan terus bergerak dalam satu irama, ekonomi Indonesia siap bertahan—bahkan melaju lebih jauh.(*)
