Bukan cuma Jalan Mulus! DPMD Cirebon Patok Aturan Baru Desa Maju, APBDes Wajib Ramah Difabel

Workshop-Replikasi-Desa-Inklusi
Suasana Workshop Replikasi Desa Inklusi di Aula DPMD Cirebon, menampilkan jajaran pimpinan di meja depan dan audiens peserta. Foto: Istimewa

​Iwan menaruh perhatian besar pada syarat terakhir ini. Ia menegaskan, seberapa pun terbatasnya alokasi anggaran desa, keberpihakan fiskal terhadap kelompok difabel tidak bisa ditawar lagi.

​“Ke depan, penganggaran desa wajib mengalokasikan dana yang mengakomodasi kepentingan kelompok difabel. Keterbatasan anggaran tidak boleh lagi dijadikan alasan untuk abai,” tandasnya.

​Replikasi Masif dari 6 Desa Pelopor

​Gerakan kesetaraan ini tidak dimulai dari nol. Forum Komunikasi Difabel Kabupaten Cirebon (FKDC) telah lebih dulu membuktikan keberhasilannya dengan membentuk enam desa inklusi percontohan.

Baca Juga:Inklusi Bukan Jargon! 32 Difabel Cirebon Sukses Tembus Industri Formal lewat Program SOLIDERDobrak Stigma Eksklusi, Pemkab Cirebon Libatkan Difabel dan Lansia Rancang Masa Depan 2027

​Praktik baik dari enam desa pelopor ini bahkan telah menembus panggung nasional dan mendapat apresiasi tinggi sebagai model pembangunan partisipatif yang berkeadilan.

​Kini, DPMD Kabupaten Cirebon mengambil langkah progresif dengan mendorong replikasi model tersebut secara masif ke ratusan desa lainnya di seluruh wilayah Cirebon.

​“Enam desa ini baru langkah awal. Replikasi harus bergerak cepat agar seluruh desa di Kabupaten Cirebon benar-benar ramah, adil, dan memanusiakan seluruh warganya tanpa terkecuali,” pungkas Iwan.(*)

0 Komentar