Fondasi Mental dan Karakter Masyarakat
Namun, pariwisata yang tumbuh pesat tanpa dibarengi karakter masyarakat yang kokoh berisiko memicu degradasi sosial. Di sinilah peran vital Bagian Kesra Setda Kabupaten Cirebon diintegrasikan.
DPRD menekankan bahwa pembangunan manusia harus seimbang antara fisik dan mental-spiritual. Alokasi anggaran Kesra dalam KUA-PPAS 2027 dirancang ketat untuk memperkuat ketahanan sosial.
Fokus intervensi anggaran menyasar pada pembinaan kehidupan keagamaan, fasilitasi intensif bagi pendidikan keagamaan termasuk pesantren dan madrasah, serta pemberdayaan lembaga sosial kemasyarakatan.
Baca Juga:Menbud ke Keraton Kasepuhan dan Rencana Transformasi Gedung Kesenian Nyi Mas Rarasantang Jadi Taman BudayaSisa Kas Jabar Rp500 Ribu, Sekda Herman Suryatman Bongkar Strategi Belanja Agresif Era Dedi Mulyadi
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Eryati, mengingatkan bahwa tantangan dinamika sosial pasca-pandemi dan era digital semakin kompleks. Anggaran daerah dituntut harus adaptif dan tepat sasaran.
”Bagian Kesra memegang peran krusial. Perencanaan anggaran harus berdampak nyata bagi kapasitas masyarakat dan pembinaan mental spiritual. Kita ingin masyarakat Cirebon siap maju tanpa kehilangan akar budayanya,” tegas Eryati.
Mengawal Uang Rakyat Tepat Sasaran
Komisi IV DPRD memastikan akan mengawal ketat seluruh rangkaian pembahasan KUA-PPAS ini hingga disahkan menjadi APBD 2027. Targetnya tegas: memastikan setiap rupiah uang rakyat memiliki indikator kinerja yang jelas, terukur, dan berorientasi penuh pada kesejahteraan publik, bukan sekadar menghabiskan serapan administratif belanja pegawai.
Sinergi antara penguatan karakter melalui Kesra dan akselerasi ekonomi kreatif lewat Disbudpar diharapkan melahirkan ekosistem daerah yang mandiri. Cirebon masa depan adalah wilayah yang maju industrinya, kuat anggarannya, lestari budayanya, dan sejahtera masyarakatnya.(*)
