Sengatan Hasan Basori di PKD PMII UNU Cirebon: Ayo Jadi Menteri atau Bupati, Indonesia Butuh Orang Baik!

Hasan-Basori
Raden Hasan Basori (tengah, jas biru) berfoto bersama kader PK PMII UNU Cirebon setelah memaparkan materi sistem ketatanegaraan. Foto Istimewa/Doc DPRD Kab Cirebon

​”Mahasiswa yang berani bersuara adalah mahasiswa yang peduli. Kepedulian itulah bahan bakar utama untuk membangun bangsa ini. Jangan pernah apatis terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, karena sejarah mencatat, perubahan besar selalu diinisiasi oleh orang-orang yang memiliki kepedulian,” cetus Hasan memotivasi peserta.

​Rebut Ruang Kebijakan: Jangan Alergi Politik

​Menutup pemaparannya, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon ini memberikan tantangan terbuka bagi seluruh kader PMII UNU Cirebon.

Ia meminta mahasiswa tidak alergi terhadap politik, melainkan harus berani mempersiapkan kapasitas diri agar layak menjadi aktor utama di legislatif maupun eksekutif di masa depan. Baginya, ijtihad PMII hari ini harus diwujudkan dalam langkah konkret perebutan ruang-ruang kebijakan publik.

Baca Juga:Antrean Pesanan Bedug Cirebon Mengular, Raden Hasan Basori Dorong Transformasi ke Wisata ReligiBukan Debat Kusir, PMII Cirebon Cetak Instruktur Berbasis Data untuk Kawal Kebijakan Daerah

​”Ayo bangun Indonesia dari dalam sistem, melalui jalur pemangku kebijakan. Jadilah menteri, anggota legislatif, bupati, atau gubernur. Indonesia hari ini krisis keteladan dan sangat membutuhkan lebih banyak orang baik yang peduli. Saya optimis, dari forum PKD PMII ini akan lahir para pemimpin masa depan itu,” tegasnya yang langsung disambut riuh tepuk tangan peserta.

​Alif, moderator yang memandu jalannya sesi tersebut, mengakui dialog berjalan sangat interaktif dan jauh dari kesan kaku. Kehadiran tokoh publik seperti Hasan Basori dinilai memberikan perspektif praktis yang melengkapi teori-teori pergerakan yang didapat mahasiswa di bangku kuliah.

​”Diskusi berjalan sangat dinamis dan hidup. Peserta tidak canggung untuk berdialog dan melempar gagasan kritis. Forum-forum seperti inilah yang sebenarnya kita butuhkan, menjadi jembatan efektif untuk mempertemukan idealisme mahasiswa dengan realitas di meja pemangku kebijakan,” tutur Alif.

​Melalui pelatihan intensif ini, PK PMII UNU Cirebon berharap para kadernya tidak hanya matang secara ideologis di atas kertas, tetapi juga siap menjadi motor penggerak perubahan sosial yang nyata bagi wilayah Cirebon dan Indonesia ke depan.(*)

0 Komentar