Jabar Ogah Cuma Dapat Polusi dan Demo, Kang Dedi Mulyadi Desak Pengusaha Pindahkan NPWP ke Jawa Barat

Gubernur-Dedi-Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengenakan setelan putih dan iket kepala, tersenyum saat memberikan plakat penghargaan kepada Ketua Umum APINDO Shinta Kamdani didampingi Ketua APINDO Jabar Ning Wahyu Astutik di atas panggung Pengukuhan Pengurus DPP APINDO Jabar 2026-2031 di eL Hotel Bandung. Foto: Istimewa/Doc Bappeda Jabar

Strategi ini diambil agar sektor industri tidak lagi bergantung pada penggunaan air tanah yang memicu penurunan permukaan tanah (land subsidence).

​Selain pembenahan fisik, lompatan besar juga dilakukan di sektor sumber daya manusia melalui konsep link and match yang radikal. Pemprov Jabar tengah merancang skema baru untuk memotong angka pengangguran terdidik: siswa kelas 3 SMK nantinya akan diwajibkan menghabiskan masa sekolahnya selama satu tahun penuh untuk langsung berpraktik di dalam industri.

​Melalui program ini, masa praktik kerja lapangan tersebut otomatis dihitung sebagai bagian dari program prakerja, sehingga begitu lulus, para siswa sudah mengantongi status dan kompetensi sebagai calon karyawan yang siap diserap oleh pasar kerja.

Baca Juga:Hadiri Pengukuhan Pengurus DPK APINDO Kota Cirebon, Pj Wali Kota Tekankan Peran Pengusaha dalam PerekonomianSentilan Menohok KDM di Al-Jabbar: Jawa Barat Butuh Keheningan Jiwa, Bukan Masjid Megah Tempat Selfie!

​Hilirisasi Ekonomi: Menyambung Manufaktur ke Sektor Kriya

​Akselerasi ekonomi makro di sektor industri besar tersebut berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi kerakyatan di sektor hilir. Di lokasi terpisah, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan secara resmi membuka Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2026 di Trans Luxury Hotel Kota Bandung.

​Wagub Erwan menegaskan bahwa kekayaan budaya, tradisi, dan besarnya jumlah SDM merupakan modal utama yang harus dioptimalkan. Melalui sentuhan teknologi digital dan inovasi yang adaptif terhadap tren zaman, sektor kriya diharapkan mampu menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi “Jabar Istimewa”.

​Sinergi ini diperkuat oleh komitmen Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Barat. Kepala BI Jabar, Junanto Herdiawan, menyatakan pihaknya terus konsisten mendukung pengembangan UMKM, mulai dari sektor mode, peningkatan kapasitas usaha, hingga perluasan akses pasar domestik dan internasional.

​Sektor mode dan kriya kini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata; industri kreatif ini telah bertransformasi menjadi salah satu mesin penggerak ekonomi baru yang melibatkan ekosistem padat karya yang luas—mulai dari pengrajin, penjahit, desainer, fotografer, hingga para pelaku pemasaran digital.

​Melalui integrasi ketat antara ketegasan regulasi pajak bagi industri manufaktur dan digitalisasi massal pada sektor UMKM, Jawa Barat sedang membangun ekosistem ekonomi yang mandiri, berkeadilan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di daerah.(*)

0 Komentar