Dilema Digital di Balik Wayang Golek, Cara Komdigi Sentil Kesehatan Mental Anak di Matangaji Cirebon

Pertunjukan-Wayang-Golek-Ki-Dalang-Yogaswara-Kusnandar
Kemeriahan pertunjukan wayang golek Ki Dalang Yogaswara Kusnandar dalam sosialisasi Komdigi RI di Desa Matangaji Cirebon. Foto: Humas Pemkab Cirebon

​Menurut pria yang akrab disapa Jigus ini, esensi dari “Ngajaga Jiwa, Ngajaga Raga” adalah pengingat bahwa ketahanan sebuah daerah bermula dari kesehatan paripurna warganya—baik secara jasmani maupun rohani.

​“Pesan kesehatan jika disampaikan lewat pendekatan formal sering kali memicu jarak dengan masyarakat. Namun dengan kesenian rakyat, informasi menjadi lebih membumi, mudah dipahami, dan tentunya menyenangkan,” ungkap Jigus.

​Jigus juga memberikan apresiasi tinggi terhadap gerak cepat lintas sektor yang terlibat. Mulai dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, UPTD Puskesmas Sumber, Diskominfo, hingga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang berhasil mengintegrasikan edukasi ini dengan aksi nyata di lapangan.

Baca Juga:Gandeng Komdigi, Badan Gizi Nasional Pasang ‘Radar Krisis’ Digital Pantau Program MBGHapus Budaya 'Terima Bersih', Menkomdigi Meutya Hafid Wajibkan ASN Korve Mandiri: Instruksi Prabowo!

​Antusiasme Warga dan Deteksi Dini Penyakit

​Sejak siang hari, warga Desa Matangaji dan sekitarnya tidak hanya datang untuk memesan tempat duduk paling depan di dekat panggung. Ribuan masyarakat memanfaatkan momentum ini untuk melakukan pemeriksaan kesehatan berkala yang disediakan secara cuma-cuma oleh petugas medis.

​Langkah preventif melalui pemeriksaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat Cirebon akan pentingnya mendeteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi dan diabetes, yang trennya kian meningkat di usia produktif.

​Melalui sinergi budaya, edukasi kesehatan fisik, dan peningkatan literasi digital ini, Kabupaten Cirebon bersama Komdigi RI sedang menanam investasi jangka panjang.

Tujuannya satu: memastikan warga tidak hanya melek teknologi dan lestari budayanya, tetapi juga sehat jiwa dan raganya untuk melahirkan masyarakat yang tangguh serta produktif.(*)

0 Komentar