”Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan, sekaligus meneguhkan kembali platform dan visi-misi organisasi antara PC ISNU dan PW ISNU. Kami ingin memastikan program kerja dan arah gerakan ISNU ke depan memiliki kerangka dasar yang taktis dan berdampak langsung untuk masyarakat Cirebon,” ungkap Rahmat.
Sebagai kota pelabuhan yang sedang bertransisi menjadi kota industri dan jasa berbasis digital, Cirebon memang menghadapi tantangan besar terkait serapan tenaga kerja lokal terdidik agar tidak kalah bersaing dengan talenta luar daerah.
ISNU Jabar: Jangan Gagap dan Alergi Terhadap Inovasi Zaman
Apresiasi terhadap arah gerakan baru ini datang langsung dari Ketua PW ISNU Jawa Barat, Prof Dr Hj Ulfiah MSi. Beliau memuji integrasi tema yang diangkat karena dinilai sangat kontekstual dengan kebutuhan transisi zaman saat ini.
Baca Juga:Titik Balik Intelektual: Rahmat Al Bayan Nakhodai ISNU Kota Cirebon, Usung Misi Transformasi SDMSinyal Kuat dari Pantura, Cirebon Raya Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU
”Sebagai organisasi intelektual, ISNU harus adaptif, dinamis, dan selaras dengan perkembangan zaman. Kita harus terus melahirkan inovasi-inovasi baru dan berani mengambil peran strategis yang lebih besar di ruang publik,” tegas Prof Ulfiah.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut jajaran Dewan Ahli PC ISNU Kota Cirebon serta puluhan kader intelektual lintas disiplin ilmu yang siap menakhodai organisasi selama tiga tahun ke depan.
Melalui orientasi ini, PC ISNU Kota Cirebon masa khidmat 2026-2029 berkomitmen mentransformasikan ide-ide abstrak di ruang kuliah menjadi aksi nyata yang menyentuh kebijakan publik, penguatan ekonomi umat, dan kelestarian kultur keagamaan yang moderat di Kota Udang. (*)
