CIREBONINSIDER.COM — Situ Pajaten yang terhampar asri di Desa Cikalahang, Kecamatan Dukupuntang, kini tidak lagi sekadar menjadi telaga penampung air di kaki Gunung Ciremai.
Di bawah bidikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, destinasi ini tengah didorong untuk bermutasi menjadi episentrum baru pertumbuhan ekonomi desa berbasis lingkungan (ecotourism) sekaligus lumbung pangan lokal yang mandiri.
Langkah strategis ini ditandai dengan aksi kolaborasi lintas sektor yang melibatkan tiga instansi sekaligus: Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon pada Jumat (22/5/2026).
Baca Juga:Keraton Cirebon Dikepung Bangunan Baru, KDM: Urus Lemburnya, Jangan Dulu Berpikir Wisata!Revitalisasi Dukuh Semar: Proyek 'Oasis' Urban Cirebon, Ubah Relokasi Jadi Destinasi Wisata Terintegrasi
Bukan sekadar seremonial, gerakan “keroyokan” ini mengintegrasikan promosi wisata digital dengan aksi nyata pelepasan ribuan bibit ikan (restocking). Langkah ini diambil untuk menghidupkan kembali ekosistem perairan sekaligus menjamin ketahanan pangan warga lokal.
Ego Sektoral Runtuh, Pariwisata Cirebon Wajib Terintegrasi
Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Fajar Sutrisno, menegaskan bahwa cetak biru (blueprint) pengembangan wisata modern tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Desa Cikalahang yang selama ini tersohor dengan wisata kuliner khasnya, dinilai membutuhkan sentuhan inovasi yang lebih hijau dan berkelanjutan agar mampu memikat pelancong dari luar daerah.
”Wisata itu tidak bisa berdiri sendiri. Perlu kolaboratif dengan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya untuk bisa optimal dan menarik wisatawan,” ujar Fajar di sela-sela peninjauan kawasan situ.
Fajar menambahkan, kultur alam Cikalahang sangat premium. Melalui sinergi ini, pemerintah daerah berkomitmen mengoptimalkan fasilitas penunjang tanpa merusak keaslian alamnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, menjelaskan bahwa peran teknologi dan komunikasi visual menjadi kunci utama dalam menjangkau wisatawan milenial dan Gen-Z. Diskominfo siap mengamplifikasi pesona Situ Pajaten ke ruang digital agar masuk dalam radar destinasi unggulan Jawa Barat.
”Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah dalam upaya optimalisasi dan pengenalan potensi-potensi desa yang tersembunyi di Kabupaten Cirebon,” ungkap Bambang.
Restocking Ikan: Jaga Isi Dapur Warga dan Daya Tarik Wisata
Dari sudut pandang ketahanan pangan, intervensi DKPP Kabupaten Cirebon menjadi motor penggerak ekologi di Situ Pajaten. Melepas bibit ikan di telaga alami ini bukan tanpa alasan; langkah ini dirancang untuk memicu multiplayer effect yang menyentuh urusan dapur masyarakat.
