– Logistik Jalur Pintas: Distribusi kini dipotong kompas—langsung dari Kementan ke Pupuk Indonesia, lalu ke Gapoktan. Tanpa perantara berbelit.
– Revitalisasi Industri: Investasi senilai Rp72,84 triliun dikucurkan untuk mengganti mesin-mesin tua dengan teknologi baru yang 26% lebih hemat energi.
Kedaulatan Pangan: Bukan Sekadar Angka
Bagi petani lokal, kebijakan ini adalah napas baru. Alokasi pupuk subsidi yang semula hanya 4,55 juta ton, kini melonjak drastis menjadi 9,55 juta ton.
Baca Juga:Siaga Selat Hormuz! Manuver Catur Prabowo Jadikan Urea Indonesia Rebutan GlobalHET Pupuk Subsidi 5 Jenis Turun 20 Persen, Urea Jadi Rp1.800/Kg, Kementan Siap Cabut Izin Kios Curang
Penambahan volume yang dibarengi dengan penurunan harga ini menyasar langsung kesejahteraan 160 juta jiwa yang terlibat di sektor pertanian.
”Pupuk adalah instrumen kedaulatan. Kita tidak hanya bicara soal angka di atas kertas, tapi soal bagaimana petani bisa tersenyum karena biaya produksi turun dan hasil panen melimpah. Ekspor adalah bonus dari efisiensi yang kita lakukan di rumah sendiri,” pungkas Mentan Amran.(*)
