Alun-Alun Indramayu Steril dari Mobil-mobilan, PKL Pindah ke Rute Baru Car Free Night, Cek Lokasinya!

Rakor-Penataan-Alun-alun-Indramayu
Suasana rapat koordinasi penataan Alun-Alun Indramayu dipimpin Pj Sekda Ahmad Syadali terkait relokasi PKL dan rute baru Car Free Night. Foto: Humas Pemkab Indramayu

CIREBONINSIDER.COM– Wajah ikonik pusat kota Indramayu dipastikan bakal berubah. Pemerintah Kabupaten Indramayu mengambil langkah tegas dengan menginstruksikan sterilisasi area Alun-Alun dan sepanjang Jalan Letjen S. Parman dari aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) serta wahana permainan anak.

​Keputusan ini diambil bukan untuk membatasi ruang gerak ekonomi, melainkan sebagai upaya restorasi fungsi Alun-Alun sebagai ruang publik yang aman, nyaman, dan ramah bagi keluarga.

​Restorasi Kenyamanan Alun-Alun

Dalam rapat evaluasi pelaksanaan Car Free Night (CFN) yang digelar di Ruang Rapat Sekda, Selasa (12/5/2026), Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Ahmad Syadali, menekankan bahwa penataan ini adalah jawaban atas kerinduan masyarakat terhadap ketertiban kota.

Baca Juga:PKL Sukalila Cirebon Pindah Permanen ke Pasar Pagi, Wali Kota Beri Bebas Sewa 1 Tahun PenuhPemkot Cirebon akan Relokasi PKL Sukalila ke PGC, Iing Daiman: Setahun Pertama Gratis

​“Masyarakat menginginkan kenyamanan saat berada di Alun-Alun Indramayu. Kita ingin warga bisa berjalan santai tanpa harus merasa terganggu atau waswas dengan lalu lalang wahana permainan mobil-mobilan di area yang seharusnya menjadi zona pejalan kaki,” tegas Ahmad Syadali di hadapan sejumlah kepala perangkat daerah.

​Peta Baru Ekonomi: Dari Ahmad Yani hingga Pasar Mambo

Sebagai solusi agar roda ekonomi UMKM tetap berputar, Pemkab Indramayu telah memetakan rute baru yang lebih terintegrasi.

Para pedagang dan pengelola wahana permainan kini diarahkan untuk mengisi kantung-kantung keramaian baru yang meliputi: ​Jalan RA. Kartini,​Jalan Jenderal Ahmad Yani, ​Area legendaris Pasar Mambo ​hingga titik simpul Perempatan Waiki.

​Strategi relokasi ini dirancang agar aktivitas ekonomi tidak hanya berpusat di satu titik (alun-alun), melainkan menyebar sehingga menghidupkan kembali koridor bisnis di sepanjang rute CFN yang baru.

​Urai Benang Kusut Kemacetan

Selain persoalan estetika dan ketertiban alun-alun, penataan ini menyasar masalah krusial lainnya: Lalu Lintas. Penutupan jalur selama CFN sering kali memicu kemacetan di jalur alternatif karena parkir yang tidak tertata.

​Ahmad Syadali menjelaskan, Pemkab kini tengah memvalidasi sejumlah titik kantung parkir resmi untuk kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4).

Dengan pengaturan parkir yang disiplin, diharapkan akses menuju pusat kota tetap lancar meski kegiatan CFN berlangsung meriah.

0 Komentar