Ia mendorong otoritas fiskal dan moneter untuk segera mengambil langkah strategis. ​Secara tajam, Puan menekankan tiga poin penting untuk Pemerintah:
– ​PERTAMA, Transparansi Harga: Memberikan penjelasan kapan tren kenaikan BBM non-subsidi akan berakhir agar tidak memicu spekulasi pasar.
– ​KEDUA, Keadilan Distribusi: Memastikan stok subsidi (BBM & LPG) benar-benar tersedia di lapangan agar rakyat kecil tidak terpaksa membeli harga komersial.
Baca Juga:Prabowo Suntik Mati PLTD, Ambisi Pangkas Impor BBM 20% dan Bangkitkan Raksasa Ekonomi BaruMenkeu Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Warga Pantura Bisa Bernapas Lega
– KETIGA, Hadirnya Negara: Melakukan intervensi harga sebelum ekspektasi inflasi meluas ke sektor-sektor lain.
​”Negara harus hadir pada titik ketika kebutuhan dasar mulai terasa berat di dapur rumah tangga, karena di situlah kualitas kebijakan paling cepat diuji,” pungkas cucu Proklamator Bung Karno tersebut.(*)
